Beberapa tahun terakhir, sekolah tempat saya mengajar di kab. kendal mengalami kejadian yang cukup mengganggu, yaitu banjir saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Biasanya banjir datang pada bulan Januari, Februari, atau Maret. Dalam satu tahun, kejadian ini bisa terjadi satu hingga tiga kali. Walaupun tidak sering, dampaknya cukup besar bagi aktivitas belajar dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Banjir hanya terjadi saat hujan besar yang biasanya datang satu kali dalam setahun. Namun sejak sekitar tiga tahun terakhir, kondisi ini mulai menjadi perhatian serius. Sekolah kami berada di daerah pegunungan, tetapi posisinya lebih rendah dibandingkan jalur aliran air irigasi warga di sekitar.
Tulisan ini saya buat setelah kejadian banjir terbaru yang terjadi pada hari Rabu, 11 Februari 2026. Hujan deras yang turun dalam waktu cukup singkat kembali menyebabkan air meluap dan masuk ke lingkungan sekolah. Seperti kejadian sebelumnya, genangan air hanya berlangsung beberapa menit, namun dampaknya sangat terasa karena membawa lumpur dalam jumlah cukup banyak.
Dari pengamatan sederhana yang saya lakukan, perubahan lingkungan sekitar menjadi salah satu faktor penting. Di belakang sekolah dahulu terdapat area persawahan, sehingga aliran air cenderung lurus dan tidak menimbulkan masalah. Namun setelah adanya pembangunan lapangan milik desa di area tersebut, arah aliran air mengalami perubahan. Air yang sebelumnya mengalir lurus kini dibelokkan ke arah kanan sebelum melewati lapangan.

Pada titik belokan itulah aliran air cenderung tertahan ketika volume air meningkat. Kebetulan, posisi sekolah kami lebih rendah, dan di bagian depan terdapat pintu gerbang yang menurun. Saat air meluap, alirannya langsung jatuh menuju lingkungan sekolah.
Ketika banjir terjadi, ketinggian air bisa mencapai lutut orang dewasa dan membawa lumpur cukup banyak. Walaupun durasi genangan biasanya hanya beberapa menit, dampaknya sangat terasa. Proses pembersihan membutuhkan tenaga yang besar dan waktu yang tidak sebentar. Lumpur yang terbawa air masuk ke ruang-ruang sekolah sehingga harus dibersihkan secara menyeluruh sebelum kegiatan belajar bisa kembali normal.

Dalam kondisi seperti ini, kami sangat bersyukur karena wali murid turut membantu proses pembersihan. Warga dusun sekitar juga ikut bekerja aktif tanpa pamrih. Semangat gotong royong mereka menjadi kekuatan besar bagi kami. Tanpa kebersamaan itu, proses pemulihan tentu akan jauh lebih berat.
Pihak sekolah sebenarnya sudah berupaya membangun jalur air sederhana untuk mengurangi dampak banjir. Namun, ketika hujan dengan debit tinggi, upaya tersebut belum mampu menahan volume air yang datang dari sungai kecil di samping sekolah. Air tetap meluap karena aliran dari hulu cukup besar dalam waktu singkat.
Dari sudut pandang sederhana, mungkin ada beberapa alternatif solusi yang bisa dipertimbangkan bersama. Misalnya, mengembalikan arah aliran air yang saat ini berbelok agar kembali lebih lurus, sehingga tidak tertahan pada titik tertentu. Alternatif lain adalah membuat jalur air darurat sebagai pengaman ketika debit air meningkat, sehingga air tidak langsung masuk ke lingkungan sekolah.
Tentu solusi tersebut memerlukan kajian dan kerja sama berbagai pihak. Kami percaya bahwa hal ini bisa berjalan lebih baik apabila pemerintah desa turut berpartisipasi dan melakukan koordinasi bersama sekolah dan masyarakat. Harapan kami, ke depan ada tindak lanjut yang lebih konkret agar lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyalahkan siapa pun. Justru kami berharap dapat membuka ruang diskusi, bertukar ide, dan menemukan solusi bersama. Jika ada pembaca yang memiliki pengalaman atau pengetahuan terkait pengelolaan aliran air, sistem drainase, atau teknik sederhana untuk mengurangi dampak banjir, kami sangat terbuka terhadap saran dan masukan.
Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman adalah tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi dan kolaborasi, kami yakin selalu ada jalan keluar yang lebih baik untuk masa depan pendidikan di lingkungan kami.
dokumentasi :

