Kecepatan ideal saat berkendara sepeda motor dijalan raya

Mengatur kecepatan berkendara sangat penting untuk keselamatan atau safety riding. selain itu mengontrol kecepatan berkendara akan menambah kenyamanan saat berkendara. dalam peraturan pemerintah tentang lalu lintas sudah di atur tentang batas kecepatan minimum dan maksimum. seperti contoh pada jalan tol kecepatan minimum adalah 60 km/jam dan maksimum 80km/jam, atau pada pemukiman padat penduduk kecepatan maksimum adalah 30km/jam dan kondisi sepi adalah 60km/jam. aturan tersebut dibuat demi menjaga keselamatan pengendara dan orang disekitarnya.

Menurut pengalaman saya pribadi memacu kendaraan diatas 60km/jam akan sulit melahkukan pengereman mendadak dan dapat mengakibatkan ban selip. sedangkan berkendara dibawah 60 km/jam akan aman ketika melahkukan pengereman mendadak. selain itu kendaraan dalam hal ini sepeda motor akan sangat nyaman dikendarai pada kecepatan 60 km/jam atau dibawahnya (diatas 40km/jam). apabila berkendara dijalan raya dengan kecepatan 20-30km/jam akan sangat mengganggu pengguna jalan yang lain. kecuali pada jalan desa yang sangat sempit. komponen kendaraan bermotor pun didisain pada kecepatan tersebut untuk memperoleh kinerja maksimum seperti pengereman, suspensi, keseimbangan dan mesin. bijaklah dalam berkendara agar kita dan orang lain aman.

Oli Diesel untuk Motor

Oli Diesel adalah oli yang diperuntuhkan untuk mesin diesel. kandungan oli diesel sangat pas untuk mesin tersebut sehingga akan menjaga keawetan mesin diesel. lantas apakah oli diesel ini dapat digunakan untuk mesin bensin? jawabanya bisa saja, namun tetap kurang pas karena kandungan oli diesel dan Oli mesin bensin berbeda. salah satu perbedaan dari keduanya adalah kandungan detergen dimana oli diesel lebih banyak mengandung detergent atau pembersih. itu karena mesin diesel lebih banyak meninggalkan kotoran didalam mesin sehingga membutuhkan oli yang dapat cepat membersihkanya. selain itu komponen dan bahan dari mesin diesel lebih kuat dari pada mesin bensin, sehingga dengan kadungan detergen yang banyak tersebut tidak masalah untuk komponen mesin diesel. sebaliknya jika oli dengan kandungan detergen yang banyak digunakan oleh mesin bensin, maka komponen mesin bensin dapat terpengaruh dengan kandungan detergent yang banyak tersebut. oleh karena itu oli diesel untuk motor tidak disarankan karena tidak sesuai dengan tujuannya.

Pentingnya memeriksa kondisi ban motor

Ban adalah komponen yang berfungsi menyalurkan tenaga motor dari mesin ke pwrmukaan tanah sehingga motor dapat melaju. Ban sebagian besar terbuat dari karet sehingga memiliki sifat elastis sehingga akan mengurangi efek getaran yang ditimbulkan karena permukaan jalan yang kurang rata.

Seiring pemakaian kendaraan maka ban makan memgalami pengurangan atau keausan sehingga akan menjadi lebih tipis. Kondisi ban yang tipis mngakibatkan ban midah bocor ataupun kehilangan leseimbangan sehingga mengurangi lenyamanan berkendara bahkan membahayakan.

Pengalaman pribadi saya bahwa ban yang tipis membuat motor menyadi tidak stabil dan suspensi sedikit agak keras. Selain bahaya juga membuat badan cepat lelah karena lebih berusaha mensetabilkan motor saat berkendara. Ada acuan dari pabrikan dalam kasus ini motot honda dengan ukuran ban belakang 3.00 dan depan 2.75 inc. Untuk ban belakang batan minimal ulir adalah 2 mm sedangkan depan adalah 1 mm. Sebaiknya periksa ketebalan ulir ketika akan bepergian jauh atau jika motor sudah dipakai beberapa lama. Jika kendaraan dipakai rutin biasanya 8 bulan ban nelakang sudah saatnya diganti, sedangkan ban depan dapat bertahan sampai 10 bulan lebih tergantung merek, apabila kualitas bagus bisa leboh panjang intervalnya. Patokan diatas saya menggunakan ban merek IRC tipe NR25 (BELAKANG) dan NF25 (DEPAN).