Perdebatan Bentuk Bumi

Pendahuluan

Pada zaman dahulu kala manusia mempercayai bahwa permukaan bumi ini datar sehingga bumi mempunyai tepi, berbeda dengan sains modern dimana sekarang banyak orang yang mempercayai bahwa bentuk bumi ini bulat seperti telur. apalagi setelah berdirinya badan antariksa amerika yang bernama NASA yang mengklaim bahwa mereka telah membawa manusia bolak balik dari bumi ke bulan dan kembali lagi dengan selamat. namun masih banyak masyarakat yang meragukan klaim mereka karena ada beberapa hal yang janggal dan melawan sains itu sendiri.

Namun saat ini masih banyak orang yang mempercayai bahwa bumi ini permukaan nya datar tidak seperti yang diklaim oleh teori heliosentris dimana bentuk bumi bulat dan melengkung. kelompok orang-orang yang mempercayai bahwa bentuk bumi itu datar adalah kelompok Flat Earth (Bumi datar). mereka mengemukakan teori bahwa bentuk permukaan bumi itu datar dan mereka menyertakan beberapa bukti yang mendukungnya. sontak banyak orang yang mendengar teori mereka kaget dan bahkan ada yang menertawakan karena menurut orang modern bumi itu datar adalah kepercayaan orang dahulu.

Teori sains modern mengatakan bahwa bumi adalah bukan pusat alam semesta melainkan hanya bagian dari sistem alam semesta yang mana pusat alam semesta menurut teori modern adalah matahari. menurut teori modern bahwa matahari dikelilingi planet planet dan planet planet itu berjalan mengelilingi matahari diantara planet yang mengelilingi matahari adalah bumi. sehingga menurut teori sains modern bumi bukan pusat alam semesta.

Pembentukan Bumi Menurut Sains Modern

Proses terjadinya alam semesta termasuk bumi menurut sains adalah karena ada ledakan yang sangat besar atau dikenal dengan teori Big Bang. menurut wikipedia model ledakan dahsyat, alam semesta mengembang dari keadaan awal yang sangat padat dan panas dan terus mengembang sampai sekarang. Secara umum, pengembangan ruang semesta yang mengandung galaksi-galaksi dianalogikan seperti roti kismis yang mengembang. menurut teori ini alam semesta dahulunya berbentuk padat dan kemudian terjadi ledakan besar yang mengakibatkan terjadinya alam semesta dan salah satu partikelnya membentuk bumi yang sekarang dihuni oleh manusia.

Pembentukan Bumi Menurut Agama Islam

Menurut pandangan islam yang merujuk pada kitab Al-Qur’an bahwa langit dan bumi pada mulanya adalah satu kesatuan yang kemudian dipisahkan. Allah menciptakan langit dan bumi dalam kurun waktu enam masa. setelah bumi tercipta kemudian Allah menghiasi langit yang terdekat dengan bintang-bintang bulan dan matahari. langit sendiri dikatakan terdiri atas 7 lapisan yang mana bintang-bintang hanya berada pada langit yang terdekat. berikit ini adalah penggalan ayat dari Al-Quran yang menerangkan tentang penciptaan langit dan bumi.

Surat Al Anbiya ayat 30.

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Surat Al-Fushshilat 11-12

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, “  Datanglah kamu keduanya menuruti perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya  menjawab, “Kami datang dengan suka hati

Maka Dia menjadikannya 7 langit dalam 2 masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya`

Surat Al A’raf ayat 54

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

 

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *